Berita  

MBG Presiden Tercoreng di Boalemo, Dugaan Kelalaian Oknum Bikin Makanan Dipertanyakan

BOALEMO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi justru menuai sorotan di Kabupaten Boalemo.

Pasalnya, program yang seharusnya menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap kesehatan dan masa depan generasi bangsa itu kini dikeluhkan orang tua siswa akibat persoalan kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka.

Keluhan tersebut mencuat di wilayah Kecamatan Tilamuta. Orang tua siswa mempertanyakan bagaimana makanan yang dibagikan melalui program MBG bisa sampai dalam kondisi yang diduga tidak layak dikonsumsi.

Jika benar terjadi kelalaian dalam penyediaan makanan, siapa yang harus bertanggung jawab?

Pertanyaan tersebut patut dijawab secara terbuka. Sebab, MBG bukan sekadar program pembagian makanan gratis, tetapi program nasional yang menggunakan anggaran negara dan menyasar langsung anak-anak sekolah.

Ironisnya, di tengah ketatnya proses pengawasan yang seharusnya dilakukan mulai dari pengadaan bahan, proses memasak, pengemasan hingga makanan tiba di sekolah, masih muncul keluhan terkait kualitas makanan.

Kondisi ini berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG apabila tidak segera ditangani secara serius.

Jangan sampai program baik Presiden justru tercoreng akibat dugaan kelalaian oknum di lapangan. Anak-anak sekolah tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan hanya karena lemahnya pengawasan atau buruknya pelaksanaan teknis.

Pihak terkait juga dituntut tidak sekadar melakukan pemeriksaan setelah muncul persoalan. Pengawasan harus benar-benar dilakukan secara ketat dan berkelanjutan agar makanan yang diterima siswa memenuhi standar keamanan, kebersihan dan kandungan gizi yang telah ditetapkan.

Apalagi jika sebelumnya makanan tersebut telah melalui proses pengawasan dari pihak kesehatan, maka munculnya keluhan terkait kualitas makanan tentu menjadi pertanyaan besar yang perlu dijelaskan kepada publik.

Masyarakat berhak mengetahui bagaimana proses pengawasan dilakukan dan siapa pihak yang bertanggung jawab memastikan makanan sampai kepada siswa dalam kondisi aman untuk dikonsumsi.

Jangan sampai slogan “Makan Bergizi Gratis” hanya bagus di atas kertas, sementara kualitas makanan yang diterima anak-anak justru dipertanyakan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya menghubungi pihak penyedia makanan dan instansi terkait untuk mendapatkan klarifikasi atas keluhan tersebut.

Publik kini menunggu langkah tegas pihak berwenang. Jika ditemukan adanya kelalaian, tentu harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Senin, 24 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *