Berita  

Makanan MBG Berulat di Boalemo Disorot, Aktivis Minta Kepala SPPG Dievaluasi

BOALEMO – Persoalan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Boalemo yang dikeluhkan karena ditemukan ulat terus menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari Aktivis Aliansi Pembela Rakyat, Moh. Fandi, yang meminta pimpinan SPPG atau pengelola MBG se-Provinsi Gorontalo turun tangan mengevaluasi kinerja Kepala SPPG di Kabupaten Boalemo.

Moh. Fandi menilai, munculnya kejadian makanan yang diduga berulat tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Menurutnya, program MBG menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak sehingga aspek kualitas, kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi perhatian utama.

Kepada pimpinan SPPG atau MBG se-Provinsi Gorontalo, tolong dievaluasi Kepala SPPG di Boalemo dengan adanya kejadian makanan berulat ini. Jangan sampai mereka digaji besar, tetapi kerja hanya tidak berkualitas,” tegas Moh. Fandi.

Ia menilai, jika benar ditemukan makanan berulat dalam distribusi MBG, maka harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pelaksanaan program di lapangan.

Menurutnya, kepala SPPG memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan seluruh proses penyediaan makanan berjalan sesuai standar. Mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, pemeriksaan kualitas hingga makanan diterima oleh siswa.

“Jangan sampai persoalan seperti ini kembali terjadi. Ini makanan untuk anak-anak, bukan sesuatu yang bisa dianggap biasa,” ujarnya.

Moh. Fandi juga meminta pihak yang bertanggung jawab tidak hanya memberikan klarifikasi setelah persoalan mencuat ke publik, tetapi melakukan pembenahan nyata agar kualitas MBG benar-benar sesuai dengan tujuan program tersebut.

Ia berharap pimpinan SPPG/MBG di tingkat Provinsi Gorontalo segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di Boalemo, termasuk menelusuri dugaan kelalaian yang menyebabkan makanan dapat diterima siswa dalam kondisi yang dipertanyakan.

Sementara itu, pihak media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Kepala SPPG dan pihak penyedia makanan terkait adanya keluhan makanan berulat tersebut.

Senin, 24 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *