BOALEMO – Ketua Provinsi Gorontalo Relawan MBG, Kisman Abubakar, menegaskan bahwa persoalan dugaan kesalahan penyajian makanan bergizi gratis (MBG) di Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, bukan semata-mata soal permohonan maaf maupun klarifikasi.
Menurut Kisman, persoalan tersebut juga tidak berkaitan dengan upaya mencari popularitas, melainkan menyangkut tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah dan kualitas Program MBG agar benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para peserta didik.
“Ini bukan soal permohonan maaf dan klarifikasi soal kesalahan penyajian MBG di Desa Hungayonaa, juga bukan soal mencari popularitas. Tapi soal menjaga marwah MBG agar tetap dinikmati masyarakat, utamanya para peserta didik, sehingga tercipta rasa kenyamanan para orang tua terhadap anaknya,” ujar Kisman Abubakar.
Ia menilai, program MBG merupakan program yang menyentuh langsung kebutuhan anak-anak di sekolah. Karena itu, setiap tahapan penyediaan hingga penyajian makanan harus menjadi perhatian serius agar kualitas makanan yang diterima peserta didik tetap terjaga.
Kisman berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut tetap terjaga.
“Yang paling penting adalah bagaimana ke depan persoalan seperti ini tidak terulang lagi. Kita ingin masyarakat, terutama para orang tua siswa, merasa tenang dan percaya bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka benar-benar layak, aman dan sesuai dengan tujuan program MBG,” tegasnya.
#Jika Benar katakan benar! bos jadi jangan piara bodok











