POHUWATO, INFOJEJAK.COM — Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan pengukuhan dan pendidikan peningkatan kapasitas pengurus serta anggota KASBI, yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Oktober 2026, bertempat di Vila Wisata Libuo, Kabupaten Pohuwato.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KASBI Wilayah Provinsi Gorontalo, Edi Esraat, dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota KASBI.
Dalam kegiatan tersebut, KASBI Gorontalo tidak hanya melakukan pengukuhan struktur organisasi, tetapi juga mengukuhkan kembali anggota KASBI Cabang Kabupaten Pohuwato sebagai bagian dari penguatan dan konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
Selain pengukuhan, kegiatan juga menjadi momentum penyegaran kembali pemahaman anggota melalui berbagai materi tentang buruh, termasuk terkait organisasi, hak dan kepentingan pekerja, serta peran anggota dalam menjalankan roda organisasi.
Ketua KASBI Wilayah Provinsi Gorontalo, Edi Esraat, mengatakan kegiatan tersebut penting untuk menyatukan kembali pemahaman seluruh pengurus dan anggota sekaligus memperkuat solidaritas organisasi.
“Ini bukan hanya pengukuhan, tetapi juga menjadi ruang untuk penyegaran kembali materi-materi tentang buruh. Kami ingin pengurus dan anggota kembali memahami peran, tanggung jawab serta perjuangan organisasi dalam memperjuangkan kepentingan buruh,” ujar Edi Esraat.
Menurutnya, penguatan kapasitas anggota perlu dilakukan secara berkelanjutan agar setiap anggota memiliki pemahaman yang baik mengenai persoalan ketenagakerjaan dan mampu menjalankan fungsi organisasi secara bertanggung jawab.
Pengukuhan kembali anggota KASBI Cabang Kabupaten Pohuwato juga diharapkan semakin memperkuat keberadaan organisasi di daerah serta membangun koordinasi antara pengurus wilayah dengan pengurus dan anggota di tingkat cabang.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Libuo tersebut ditutup dengan agenda kebersamaan dan konsolidasi internal. KASBI Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendidikan organisasi serta meningkatkan kapasitas anggota dalam memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan dunia buruh dan ketenagakerjaan.











