GORONTALO UTARA – Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjana Hasan Yusuf, S.IP, menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat semangat patriotisme, persatuan, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat sebagai fondasi pembangunan daerah dan bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Kirab Duplikat Bendera Pusaka dalam rangka peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 ke-84 Tahun 2026.
Menurut Nurjana, peristiwa bersejarah 23 Januari 1942 merupakan tonggak perjuangan rakyat Gorontalo dalam melawan penjajahan dan menegakkan harga diri serta martabat daerah. Nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus diwariskan, terutama kepada generasi muda, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, maka hari ini perjuangan dilanjutkan melalui pendidikan, pembangunan, serta penguatan persatuan dan kesatuan masyarakat,” ujar Nurjana.
Ia menjelaskan, tema Kirab Bendera Pusaka tahun ini, “Dengan Semangat Patriotisme Kita Perkuat Persatuan, Solidaritas, dan Kolaborasi untuk Gorontalo Maju,” menjadi refleksi pentingnya sinergi antar pemerintah, pemuda, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Nurjana menegaskan bahwa kirab duplikat bendera pusaka bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan pejuang Gorontalo yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.
Sesuai agenda kegiatan, rombongan kirab disemayamkan sementara di wilayah Gorontalo Utara sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gorontalo. Kirab ini melibatkan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta berbagai unsur masyarakat dari seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gorontalo Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan kirab dengan tertib dan penuh khidmat.
Peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 setiap tahunnya menjadi simbol persatuan, identitas sejarah, dan semangat kebangsaan masyarakat Gorontalo sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.











