Berita  

Pemerhati Lingkungan Desak Penegakan Hukum Kasus Tambang Ilegal Sambati

BOALEMO – Pemerhati lingkungan hidup, Moh. Fandi, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus dugaan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Sambati yang telah diamankan oleh Polres Boalemo.

Menurut Moh. Fandi, masyarakat saat ini menaruh perhatian besar terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap penanganan kasus tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami masih menanti proses hukum terhadap pelaku tambang ilegal di Sambati yang telah diamankan oleh Polres Boalemo. Jangan sampai penanganan kasus ini berhenti di tengah jalan atau hanya berakhir dengan upaya perdamaian,” ujar Moh. Fandi.

Ia menegaskan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin merupakan pelanggaran hukum yang berpotensi merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Oleh karena itu, proses penegakan hukum harus memberikan efek jera kepada para pelaku.

Moh. Fandi juga berharap Polres Boalemo tetap konsisten dalam menjalankan tugas penegakan hukum serta mengedepankan prinsip keadilan dan keterbukaan kepada publik.

“Masyarakat menunggu kepastian hukum. Jangan sampai muncul anggapan bahwa ada perlakuan khusus terhadap pelaku tambang ilegal. Proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya hingga tuntas,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Boalemo belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru penanganan kasus dugaan tambang ilegal di Sambati tersebut. Masyarakat pun berharap kasus ini dapat segera memperoleh kepastian hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *