Boalemo, Gorontalo — Suasana penuh semangat terasa di Masjid Asy-Syafaat Kabupaten Boalemo. Puluhan orang tua dan remaja tampak antusias mendengarkan penjelasan dokter tentang bagaimana menjaga jantung anak tetap sehat sejak dini.
Di tengah peringatan Hari Jantung Sedunia dan HUT Boalemo ke-26, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan generasi masa depan.
Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Boalemo, dr. Nurul Wuqufiana menggelar kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Kesehatan Jantung Anak, menghadirkan narasumber ahli, dr. Indah Musdalifah, Sp.A, Subsp. Kardio (K) — seorang dokter spesialis anak konsultan jantung yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus kelainan jantung bawaan pada anak.
Dengan tema “Anak Sehat, Jantung Kuat — Kenali Penyakit Jantung pada Anak Sejak Dini”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan perawatan kesehatan jantung anak, serta menumbuhkan budaya hidup sehat sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Ketua PD Nasyiatul ‘Aisyiyah Boalemo, dr. Nurul Wuqufiana menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan jantung anak merupakan bagian dari misi membentuk generasi unggul yang sehat jasmani dan rohani.
“Angka kelainan jantung bawaan pada anak masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk wilayah kita. Keterlambatan deteksi dan kurangnya akses informasi sering kali menjadi penghambat utama. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan jantung sejak dini,” ujar Ketua PDNA Boalemo.
Sementara itu, dr. Indah Musdalifah, Sp.A,Subs.Kardio (K) dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa penyakit jantung pada anak bisa bersumber dari kelainan bawaan sejak lahir maupun gaya hidup tidak sehat. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam mengenali tanda-tanda awal dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

“Penyakit jantung pada anak tidak selalu tampak jelas. Tanda-tandanya bisa berupa anak cepat lelah, sesak napas, atau berat badan yang sulit naik. Karena itu, kesadaran orang tua untuk memeriksakan anak lebih awal sangatlah penting,” jelas dr. Indah.
Ia menambahkan, langkah sederhana seperti menjaga pola makan bergizi seimbang, membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan gula, serta mendorong anak untuk aktif bergerak dapat membantu menjaga kesehatan jantung sejak usia dini.
Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat Boalemo dan menjadi momentum kolaborasi antara organisasi otonom Muhammadiyah, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah dalam memperkuat semangat Boalemo Sehat.
“Membangun generasi unggul tidak cukup dengan pendidikan spiritual dan intelektual saja, tetapi juga harus ditopang oleh kesehatan fisik, terutama jantung yang sehat,” tutup perwakilan Nasyiatul ‘Aisyiyah Boalemo.
Melalui kegiatan ini, PDNA Boalemo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan jantung anak dapat meningkat, sehingga lahir generasi Boalemo yang tangguh, cerdas, dan sehat untuk Indonesia yang lebih kuat.











