Boalemo, 6 September 2025— Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, S.Sos, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Daerah atas langkah strategis mengembangkan bambu petung (Dendrocalamus asper) sebagai komoditas baru yang dinilai mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pernyataan itu disampaikan setelah kegiatan peninjauan Bupati Boalemo Rum Pagau bersama anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Rachmat Gobel, di lokasi pengembangan bambu petung di Desa Huwongo, Kecamatan Paguyaman, Sabtu (6/9/2025). Program ini dianggap sebagai langkah visioner Pemda Boalemo dalam mendorong pembangunan hijau dan ketahanan ekonomi daerah.
Komoditas Cepat Tumbuh dan Bernilai Tinggi
Karyawan Eka Putra Noho menegaskan bahwa bambu petung memiliki keunggulan ekologis dan ekonomis. Jika kayu hutan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk siap tebang, bambu petung hanya memerlukan 3–5 tahun, sehingga lebih efisien dan berkelanjutan.
“Ini langkah tepat. Bambu petung tumbuh cepat, kuat, dan serbaguna. Pengembangannya sangat relevan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat dan upaya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Hampir seluruh bagian bambu petung dapat dimanfaatkan—mulai dari bahan bangunan, furnitur, kerajinan tangan, hingga rebung untuk kebutuhan pangan.
Dorong Hilirisasi dan Industri Kreatif
Ketua DPRD menilai pengembangan bambu petung dapat membuka peluang besar bagi industri hilir dan ekonomi kreatif. Tren arsitektur ramah lingkungan dan gaya hidup back to nature diprediksi akan membuat produk berbasis bambu semakin diminati pasar.
“Bila dikelola optimal, bambu petung bisa menjadi komoditas unggulan yang mendorong pertumbuhan industri kreatif dan UMKM di Boalemo,” tambahnya.
Potensi Tinggi untuk Material Konstruksi Tahan Gempa
Selain bernilai ekonomi, bambu petung juga memiliki karakteristik fisik yang kuat dan lentur, sehingga cocok digunakan sebagai material konstruksi terutama di wilayah rawan gempa. Ketua DPRD menyoroti contoh yang disampaikan Bupati Boalemo terkait sebuah villa yang seluruh tiang besinya telah diganti bambu petung namun tetap kokoh berdiri.
“Itu bukti nyata potensi bambu petung sebagai material bangunan alternatif yang aman dan berkelanjutan,” katanya.
DPRD Siap Perkuat Kebijakan Pengembangan Komoditas Lokal
Dari sisi kebijakan, Karyawan Eka Putra Noho menegaskan kesiapan DPRD untuk memberikan dukungan penuh melalui penguatan regulasi, anggaran, serta sinergi lintas sektor dalam pengembangan kawasan budidaya bambu petung.
“Kami siap mendukung setiap kebijakan yang mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat. Kolaborasi pemerintah daerah, DPRD, dan mitra pusat seperti Pak Rachmat Gobel akan mempercepat penguatan bambu petung sebagai komoditas strategis Boalemo,” tegasnya.
Dengan keunggulan ekologis, ekonomis, serta potensi pasar yang terus berkembang, bambu petung diproyeksikan menjadi komoditas unggulan baru yang menggerakkan perekonomian masyarakat Boalemo secara berkelanjutan.











