Boalemo — Aksi oknum debt collector kembali menuai keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Boalemo. Kali ini, dugaan penarikan kendaraan secara paksa terjadi di jalan raya, tepatnya di depan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo.
Peristiwa tersebut bahkan menjadi perbincangan luas setelah video dan informasi terkait kejadian itu beredar di Facebook. Dalam unggahan yang viral, terlihat adanya dugaan upaya penarikan kendaraan oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector di tengah jalan.
Menurut keterangan beberapa warga yang enggan disebutkan namanya, penarikan tersebut dilakukan tanpa prosedur yang jelas dan terkesan intimidatif. Mereka mengaku dihentikan di jalan, kemudian kendaraan mereka langsung diambil tanpa adanya surat resmi atau dokumen penarikan yang sah.
“Ini sangat meresahkan. Kami seperti dipaksa di jalan tanpa penjelasan yang jelas,” ungkap salah satu warga.
Masyarakat menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengganggu ketertiban umum serta mengancam rasa aman pengguna jalan.
Sejumlah warga pun mendesak pihak kepolisian, khususnya Polres Boalemo, untuk segera bertindak tegas terhadap praktik-praktik debt collector yang dinilai merugikan masyarakat.
“Kami minta aparat segera turun tangan. Jika dibiarkan, ini bisa semakin meresahkan dan membahayakan masyarakat,” ujar warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait viralnya video tersebut. Namun masyarakat berharap adanya langkah cepat dan penindakan tegas guna menjaga keamanan serta melindungi hak-hak warga di Kabupaten Boalemo.











