Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati turut menyampaikan kabar duka atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa, Try Sutrisno. Suasana khidmat pun menyelimuti pelaksanaan salat tarawih di Masjid Al-Hidayah Desa Tanjung Harapan pada malam ke-13 Ramadan itu.
Lahmuddin Hambali mengungkapkan bahwa almarhum dikabarkan wafat pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Menurutnya, sosok Try Sutrisno dikenal luas sebagai tokoh nasional yang memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara, mulai dari karier militernya di TNI, menjabat sebagai Panglima, hingga menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Beliau adalah orang baik yang selalu didayagunakan oleh pemerintah, siapapun pimpinannya. Keilmuan dan ketokohannya terus dimanfaatkan demi kepentingan negara hingga akhir hayatnya,” ujar Wakil Bupati.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan tanda berkabung nasional, Sekretariat Negara menginstruksikan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga provinsi, untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang pada hari berikutnya sebagai simbol penghormatan atas jasa-jasa almarhum.
Selain itu, Wakil Bupati juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan doa bersama agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa jenazah almarhum telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada siang hari setelah salat Zuhur, atas permintaan langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Menutup sambutannya, Lahmuddin Hambali mengajak seluruh jamaah yang hadir, termasuk unsur pimpinan daerah seperti Dinas Perhubungan, Camat, Kapolsek, serta tokoh masyarakat setempat, untuk bersama-sama membacakan Surah Al-Fatihah bagi almarhum.











