BOALEMO – Kegiatan Tonggeyamo atau sidang adat berlangsung khidmat di Rumah Jabatan Bupati Boalemo, Kamis (19/3/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Boalemo Rum Pagau bersama para pemangku adat dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Rum Pagau menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah perbedaan, khususnya dalam penentuan waktu pelaksanaan ibadah seperti Hari Raya Idulfitri.
“perbedaan Itu indah. Perbedaan itu tidak haram. Oleh karena itu, pemerintah daerah melaksanakan tanggal 21, tapi yang Muhammadiyah yang sudah lebih dulu melaksanakan sejak hari Rabu, jika mengikuti tanggal 21 pun tidak dosa,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa keberagaman pandangan, baik antarumat beragama maupun di internal umat Islam, merupakan hal yang sudah ada sejak dahulu dan harus disikapi dengan bijak.
“Di negara ini banyak perbedaan, tapi dengan perbedaan itu kita bisa maju. Kita bisa saling menginterpretasi apa yang masih kurang,” lanjutnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk merawat perbedaan dengan penuh rasa toleransi, sehingga dapat melahirkan kebahagiaan, saling menghormati, dan menghargai satu sama lain.
“Bukan saja antar umat beragama, tetapi di intern umat Islam pun banyak paham-paham. Ini sudah dari dulu seperti itu. Mari kita rawat perbedaan ini dengan tujuan yang sama, hanya kepada Allah yang berkuasa,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia turut mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan ibadah di bulan Ramadan.
“Bapak-bapak yang masih melaksanakan sholat tarawih silakan, dan Insya Allah kita bisa melaksanakan sampai dengan hari ke-21 dan dipanjangkan umur kita semua,” tutupnya.
Sidang adat Tonggeyamo ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan lembaga adat, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat Boalemo.











