BOALEMO – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus mendorong optimalisasi pengumpulan zakat aparatur sipil negara (ASN) melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Boalemo sebagai bagian dari strategi memperkuat pembangunan dan kepedulian sosial di daerah.
Hal ini disampaikan Bupati Boalemo, Rum Pagau, saat menghadiri kegiatan tarawih keliling di Masjid At-Taqwa, Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Minggu (22/02).
Dalam arahannya, Bupati menjelaskan bahwa kebijakan pemotongan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilan ASN yang dikelola secara resmi oleh BAZNAS telah memberikan dampak ganda. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kebijakan tersebut juga dinilai memperkuat citra dan kredibilitas daerah di hadapan pemerintah pusat.
Menurutnya, kedisiplinan dan komitmen ASN dalam menunaikan kewajiban zakat menjadi indikator positif yang menunjukkan keseriusan daerah dalam membangun tata kelola sosial yang baik. Kondisi ini turut mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengakses berbagai program strategis dari pemerintah pusat.
Beberapa program yang berhasil diperjuangkan di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat, SMA Garuda, pembentukan batalion, pengembangan gerai koperasi desa (kopdes), kampung nelayan, serta dukungan anggaran sektor pertanian dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Bupati mengungkapkan, peningkatan kesadaran ASN terlihat dari lonjakan signifikan dana zakat yang terhimpun. Jika sebelumnya perolehan zakat kurang dari Rp20 juta per bulan, kini jumlahnya telah meningkat hingga sekitar Rp400 juta setiap bulan.
Ia menilai capaian tersebut mencerminkan tumbuhnya solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan ASN Boalemo.
Lebih lanjut, Rum Pagau mengajak masyarakat luas untuk menjadikan zakat dan sedekah sebagai bagian dari gerakan bersama dalam membangun daerah. Menurutnya, kontribusi kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolektif dapat menghasilkan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Partisipasi bersama, meski dimulai dari nominal kecil, jika dikelola dengan baik akan menjadi kekuatan besar untuk membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap momentum Ramadan semakin memperkuat semangat berbagi dan gotong royong. Ia optimistis, melalui pengelolaan zakat yang transparan dan partisipatif, upaya pengentasan kemiskinan dan percepatan pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif.









