Berita  

RTRW Boalemo Jadi Arah Pembangunan dan Investasi Daerah, Ketua DPRD: Harus Berpihak pada Rakyat

Boalemo, Gorontalo — Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, menegaskan pentingnya penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai fondasi utama arah pembangunan daerah jangka panjang. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat pembahasan RTRW bersama pemerintah daerah dan instansi teknis yang digelar pekan ini di Tilamuta.

Menurut Karyawan Eka Putra Noho, RTRW harus disusun secara komprehensif dan berorientasi masa depan agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat kini dan generasi mendatang.

“RTRW bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masyarakat masa depan. Kesalahan dalam penataan ruang akan berdampak panjang bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penataan wilayah Boalemo harus mengatur dengan jelas zona pertanian, kawasan industri, pengembangan pelabuhan, hingga sektor pertambangan. Tilamuta, menurutnya, juga harus diarahkan menjadi pusat perputaran ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi.

“Kalau kita salah menaruh fondasi perencanaan, dampaknya akan panjang. Karena itu RTRW harus memuat arah pengembangan jalan, infrastruktur, dan peta investasi agar investor memiliki kepastian wilayah ketika masuk ke Boalemo,” tegas Karyawan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar dalam penyusunan RTRW, nilai budaya dan kearifan lokal tidak diabaikan. “Kita yang paling tahu karakter wilayah Boalemo. Budaya dan adat istiadat harus tetap tumbuh dan dilindungi. Jangan sampai kebijakan pembangunan justru menghapus identitas lokal,” jelasnya.

Hingga kini, pembahasan RTRW Boalemo terus dikebut. Tim teknis dari Dinas PUPR Boalemo telah beberapa kali melakukan konsultasi ke Kementerian ATR/BPN di Jakarta dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menyatukan persepsi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

“Kami pacu siang dan malam agar RTRW ini segera rampung dan bisa menjadi pedoman pembangunan berkelanjutan menuju Boalemo 2045,” tutur Karyawan Eka Putra Noho menutup pernyataannya.

Pemerintah dan DPRD Boalemo berharap RTRW yang disusun dapat menjadi acuan investasi berkelanjutan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan, kelestarian lingkungan, dan pelestarian budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *