Boalemo – Praktik penagihan yang dilakukan salah satu perusahaan leasing di Kabupaten Boalemo kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Dalam sepekan terakhir, beredar video dan kesaksian warga yang mengaku didatangi oleh kolektor internal leasing dengan cara-cara intimidatif.
Dalam video yang tersebar luas di media sosial, terlihat tiga orang pria yang mengaku sebagai kolektor dari Leasing Mandala mendatangi rumah seorang konsumen di Tilamuta. Bukan hanya mengancam dengan kata-kata keras, mereka juga terekam hampir memukul konsumen yang menunggak cicilan kendaraan roda dua.
Yang lebih mengejutkan, sejumlah kolektor bahkan diduga menyebut nama institusi kepolisian saat menagih cicilan, seolah-olah mendapat dukungan dari aparat hukum. Hal ini membuat warga semakin resah dan bertanya-tanya, benarkah aparat terlibat atau nama institusi hanya diperalat untuk menekan konsumen?
“Kalau sampai bawa-bawa nama polisi, jelas ini sudah meresahkan. Kami masyarakat jadi takut, padahal ini urusan perdata, bukan pidana,” ungkap salah seorang warga Tilamuta, Senin (18/8/2025).
Warga kini menagih sikap tegas aparat kepolisian. “Kami bertanya, apakah Polri Boalemo hanya diam saja melihat kejadian ini, ataukah ditindaklanjuti tapi tanpa solusi nyata? Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” tegas seorang tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan video tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Boalemo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan nama institusi kepolisian oleh pihak leasing tersebut. Sementara itu, sejumlah elemen masyarakat sipil mendesak agar aparat segera melakukan penyelidikan, demi mengembalikan kepercayaan publik dan memastikan hukum tidak tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
Sumber video zulkifli noho











