INFOJEJAK.COM – Penertiban aktivitas tambang di wilayah Kabupaten Boalemo oleh aparat penegak hukum menuai beragam tanggapan dari masyarakat, khususnya para penambang tradisional di lokasi Sambati.
Di tengah upaya penegakan aturan tersebut, warga mengaku dihadapkan pada kondisi ekonomi yang semakin terhimpit. Selain harus kehilangan sumber penghasilan utama, mereka juga menilai situasi ini diperparah dengan kondisi efisiensi anggaran daerah yang berdampak pada terbatasnya lapangan pekerjaan alternatif.
“Semenjak ada penertiban, banyak masyarakat yang kehilangan pendapatan. Padahal tambang ini menjadi penopang ekonomi keluarga,” ujar salah satu warga yang ditemui awak media saat melakukan pemantauan di lokasi tambang Sambati.
Menurut warga, aktivitas tambang yang mereka lakukan bersifat manual dan tradisional. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang konkret, terutama terkait legalitas usaha pertambangan rakyat.
“Pertanyaan kami, apakah pemerintah bisa mempercepat penanganan izin tambang ini agar kami merasa tenang dalam menjalankan usaha secara manual?” ungkap warga lainnya.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk mencari jalan tengah antara penegakan hukum dan keberlangsungan ekonomi warga. Mereka menilai, jika izin pertambangan rakyat dapat diproses dengan cepat dan transparan, maka aktivitas yang selama ini dilakukan bisa berjalan sesuai aturan tanpa harus dihantui rasa khawatir.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait langkah lanjutan pasca penertiban tersebut.











