Berita  

Opini Publik: Penambang di Gorontalo Mengaku Gagal Bahagiakan Keluarga di Tengah Ramadhan

Boalemo-Kondisi para penambang rakyat di Gorontalo kian sulit di tengah bulan suci Ramadhan. Selain aktivitas penjualan emas yang tersendat akibat razia, para penambang juga mengeluhkan harga emas yang dinilai tidak wajar karena dimainkan oleh para pengepul.

Salah seorang penambang yang meminta identitasnya dirahasiakan dan hanya menyebutkan inisial Oxxxxx mengungkapkan bahwa situasi ini membuat banyak penambang kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurutnya, sebagian besar pembeli emas saat ini memilih menutup aktivitas karena khawatir adanya razia. Akibatnya, penambang tidak memiliki banyak pilihan tempat untuk menjual hasil tambang mereka.

“Sekarang ini pembeli banyak yang tutup karena ada razia. Kalaupun ada yang membeli, harga emas sering dipermainkan oleh pengepul. Kami terpaksa menjual dengan harga rendah karena tidak ada pilihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut sangat dirasakan oleh para penambang, terutama di bulan Ramadhan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat. Pendapatan yang tidak menentu membuat banyak penambang merasa gagal memenuhi harapan keluarga.

“Di bulan Ramadhan ini kami ingin membahagiakan keluarga, tapi dengan kondisi seperti sekarang sangat sulit,” tambahnya.

Para penambang berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi yang mereka alami dan mencari solusi agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa harus merugikan pihak-pihak kecil yang menggantungkan hidup dari sektor pertambangan rakyat.

Keluhan ini menjadi gambaran keresahan sebagian penambang yang berharap adanya kebijakan yang lebih adil serta pengawasan terhadap praktik permainan harga oleh oknum pengepul emas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *