Tanggal: 2 Mei 2025
Penulis: Infojejak.com
Boalemo, Gorontalo — Setiap tahun, Hardiknas menjadi ajang bagi pemerintah untuk kembali mengumbar janji-janji besar tentang perbaikan pendidikan di Indonesia. Namun, bagi ribuan guru honorer di Kabupaten Boalemo, peringatan ini hanya menambah rasa frustrasi. Keadaan mereka tak kunjung berubah—terus terabaikan, bahkan diabaikan.
Guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi harus menghadapi kenyataan pahit: gaji yang hanya cukup untuk bertahan hidup, status yang tak jelas, dan minimnya perhatian dari pemerintah setempat. Meski menjadi garda terdepan dalam pendidikan, mereka justru diperlakukan dengan cara yang tak sebanding dengan dedikasi mereka.
Yang lebih mengecewakan lagi, Dinas Pendidikan setempat tak kunjung memberikan tanggapan nyata yang bisa sedikit memberikan harapan bagi para guru ini. Setiap kali mereka berusaha untuk memperjuangkan hak mereka—baik untuk diangkat menjadi PNS maupun sekadar mendapatkan gaji yang layak—jawaban yang mereka terima hanya janji-janji kosong. Tak ada aksi nyata, hanya birokrasi yang makin mempersulit.
Dinas Pendidikan seakan menganggap masalah ini sepele, padahal ribuan guru honorer ini adalah pilar pendidikan yang selama ini membentuk generasi masa depan. Kebijakan yang tidak berpihak, serta pembiaran dari pihak berwenang, hanya menambah ketidakpastian di tengah perjuangan mereka untuk menghidupi diri dan keluarga.
Ironisnya, meskipun pemerintah terus berbicara tentang revolusi pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kenyataannya bagi para guru honorer, semua itu hanya angan-angan kosong. Mereka terus menerus dihadapkan pada ketidakadilan dan ketidakpedulian yang tak kunjung usai.
Hardiknas yang mestinya menjadi momen untuk menghargai dan memperbaiki nasib guru, justru menjadi pengingat pahit bahwa suara mereka tak pernah benar-benar didengar oleh Dinas Pendidikan. Jika memang pendidikan adalah prioritas bangsa ini, maka sudah saatnya pemerintah berhenti hanya berbicara dan mulai bertindak untuk memperbaiki nasib guru-guru yang telah lama menunggu keadilan.











