Berita  

Dua Jembatan di Boalemo Roboh Akibat Banjir, BPBD Ungkap Penyebab dan Upaya Penanganan

Boalemo – Senin, 21 April 2025, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boalemo, Roslina Karim, SP, angkat bicara terkait dua insiden robohnya jembatan di wilayah Boalemo yang terjadi pada Maret 2025 lalu. Kedua peristiwa tersebut disebabkan oleh banjir akibat curah hujan insensitas tinggi.

Roslina menjelaskan bahwa insiden pertama terjadi pada 22 Maret 2025, di Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi. Jembatan yang menjadi akses utama masyarakat desa tersebut roboh akibat derasnya arus sungai yang meluap setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

“Struktur penyangga jembatan tidak mampu menahan tekanan air yang begitu besar. Akibatnya, jembatan tersebut runtuh dan tidak bisa lagi dilalui kendaraan maupun pejalan kaki,” jelas Roslina.

Insiden serupa kembali terjadi pada 28 Maret 2025, kali ini menimpa jembatan di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Menurut Roslina, jembatan tersebut juga roboh karena fondasi tergerus oleh luapan air sungai yang mengalami peningkatan debit secara tiba-tiba.

“Kondisi geografis yang rentan serta curah hujan ekstrem menjadi faktor utama penyebab dua jembatan ini runtuh,” tambahnya.

Lebih lanjut, Roslina menyampaikan bahwa BPBD saat ini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi secepatnya, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lancar.

BPBD Boalemo juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan. Upaya penanganan jangka panjang akan difokuskan pada penguatan infrastruktur dan sistem pengendalian banjir di wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *