Berita  

Boalemo Dorong Transformasi Desa Inklusif Lewat Program DRPPA dan Ruang Bersama Indonesia

Boalemo, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan desa yang ramah perempuan dan peduli anak. Melalui pelatihan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dalam program Ruang Bersama Indonesia (RBI), sebanyak tujuh desa dari empat kecamatan yang menjadi desa pilot project mengikuti kegiatan intensif selama dua hari, 22–23 Juli 2025, di Hotel Grand Amalia, Tilamuta.

Bupati Boalemo, Rum Pagau, dalam sambutannya pada hari pertama kegiatan, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam mendorong transformasi desa menjadi ruang yang inklusif, aman, dan adil gender.

“Kita ingin membangun desa yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyediakan ruang aman dan akses setara bagi perempuan dan anak. Melalui kegiatan ini, kita fokus pada enam sasaran utama Ruang Bersama Indonesia,” ujar Bupati Rum Pagau.

Enam sasaran utama tersebut mencakup:

  1. Penguatan pemahaman dan kesadaran;

  2. Peningkatan kegiatan masyarakat yang mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;

  3. Peningkatan keterlibatan perempuan;

  4. Peningkatan kualitas layanan dan penanganan kasus;

  5. Lahirnya kebijakan desa berperspektif gender;

  6. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Bupati Rum Pagau juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk kepala desa, perangkat desa, kader, dan tokoh masyarakat, yang telah mengikuti kegiatan ini dengan semangat.

“Isu perempuan dan anak bukan lagi isu domestik, melainkan isu pembangunan. Desa harus dibangun dengan pendekatan responsif gender dan orientasi perlindungan anak,” tegasnya.

Ia pun menyerukan empat langkah tindak lanjut yang harus dilakukan peserta usai pelatihan:

  1. Menyusun rencana aksi nyata di desa masing-masing;

  2. Menyusun dan mengawal kebijakan desa yang responsif gender;

  3. Membangun ruang aman dan partisipatif bagi perempuan dan anak;

  4. Meningkatkan sinergi antar-lembaga dan lintas sektor.

“Saya berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ini dapat menjadi bekal dalam membangun desa yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan. Tidak boleh ada kekerasan terhadap perempuan dan anak, tidak boleh ada diskriminasi, dan tidak boleh ada pembangunan yang meninggalkan mereka yang rentan,” pungkasnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas DPPKBP3A Kabupaten Boalemo dan menjadi salah satu bagian penting dari strategi nasional perlindungan perempuan dan anak. Wakil Bupati Lahmudin Hambali, yang turut hadir, juga menyampaikan pentingnya keterlibatan seluruh elemen desa dan lintas sektor dalam menangani lonjakan kasus kekerasan yang masih terjadi di wilayah Boalemo.

Dengan semangat Boalemo Sukses! Desa Kuat, Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju, pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal perubahan nyata di desa-desa se-Kabupaten Boalemo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *