Berita  

Refleksi HTN 2026, HMJ Agroteknologi UNG Soroti Ancaman Kekeringan dan Ketahanan Pangan Gorontalo

BONE BOLANGO — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Agroteknologi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar talkshow dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026, Selasa (29/9/2026).

Talkshow yang berlangsung di Koma Coffee, Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, mengangkat tema “Refleksi Hari Tani Nasional 2026: Antara Ancaman Kekeringan, Nasib Petani, Produksi Pangan, dan Ketahanan Pangan Gorontalo.”

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi untuk melihat kondisi pertanian Gorontalo secara lebih menyeluruh, khususnya terkait ancaman kekeringan, kondisi petani, keberlanjutan produksi pangan, serta tantangan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Ancaman kekeringan menjadi salah satu isu utama yang dibahas. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan air untuk kegiatan pertanian, pola budidaya, hingga produktivitas tanaman. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada tingkat produksi, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha tani dan kehidupan petani.

Selain persoalan kekeringan, forum turut membahas kondisi petani sebagai bagian penting dalam sistem pangan. Keberlanjutan pertanian tidak terlepas dari kemampuan petani mempertahankan usaha taninya di tengah berbagai tekanan yang dihadapi.

Pembahasan kemudian diarahkan pada hubungan antara produksi pangan dan ketahanan pangan Gorontalo. Produksi yang berkelanjutan dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga ketersediaan pangan, sehingga persoalan di tingkat petani dan produksi perlu menjadi bagian dari pembahasan ketahanan pangan daerah.

Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Wawan Pembengo, S.P., M.Si., Dosen/Akademisi; Misbar Bulotio, S.Pi., M.Si., Kepala Bidang Ketahanan Pangan; serta Mohamad Harun, S.ST., Koordinator BPP Bulango Timur.

Ketiga narasumber memberikan perspektif dari bidang akademik, ketahanan pangan, dan pendampingan pertanian di tingkat lapangan. Perbedaan latar belakang tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya pembahasan dan memberikan gambaran mengenai persoalan pertanian dari berbagai sisi.

Dari diskusi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai keterkaitan antara ancaman kekeringan, kondisi petani, produksi pangan, dan ketahanan pangan Gorontalo. Forum juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa persoalan pertanian tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan antara kondisi lingkungan, keberlanjutan usaha tani, produksi, dan ketersediaan pangan.

Sementara itu, tujuan utama talkshow ini adalah mendorong mahasiswa dan peserta untuk lebih memahami persoalan pertanian di Gorontalo serta membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan produksi pangan dan kehidupan petani. Diskusi juga diarahkan untuk mempertemukan perspektif mahasiswa dengan pemerintah, akademisi, dan tenaga teknis pertanian sehingga persoalan yang dibahas tidak hanya dilihat secara teoritis, tetapi juga berdasarkan kondisi di lapangan.

Bagi HMJ Agroteknologi UNG, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ruang dialog antara mahasiswa dan pemangku kepentingan pertanian. Hasil pembahasan diharapkan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih aktif memahami dan merespons persoalan pertanian di daerah.

Kegiatan yang terbuka untuk umum itu berlangsung mulai pukul 19.30 WITA dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Tani Nasional 2026.

Penulis: Mohamad Rivaldi Sidiki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *