Berita  

Apakabar Kasus Alkes di Meja Kejati? Rp50,9 Miliar Menguap, Publik Menunggu Nyali Penegak Hukum

BOALEMO-Kasus dugaan korupsi dan praktik monopoli dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) dan bahan medis habis pakai (BMHP) di Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo kembali menjadi sorotan. Nilainya tidak kecil—Rp50,9 miliar. Namun yang lebih besar dari angka itu adalah tanda tanya publik: ke mana arah penanganannya?

Sejak dilaporkan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada Selasa (15/07/2025), perkembangan kasus ini nyaris tak terdengar. Sunyi. Tidak ada gebrakan, tidak ada penjelasan terbuka, bahkan sekadar update progres pun minim. Kondisi ini memantik kecurigaan: apakah kasus ini sedang diproses diam-diam, atau justru perlahan “dipetieskan”?

Padahal, isu yang diangkat bukan perkara sepele. Dugaan korupsi dalam pengadaan alkes menyentuh sektor paling krusial—kesehatan masyarakat. Jika benar terjadi penyimpangan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, tetapi juga kualitas layanan kesehatan, bahkan nyawa manusia.

Lebih jauh, dugaan monopoli dalam proyek tersebut mengindikasikan adanya permainan terstruktur yang berpotensi melanggar prinsip persaingan usaha sehat. Siapa yang diuntungkan? Siapa yang dirugikan? Dan siapa yang harus bertanggung jawab? Pertanyaan-pertanyaan ini hingga kini belum mendapat jawaban terang.

Publik Boalemo tidak butuh janji. Yang dibutuhkan adalah keberanian dan transparansi. Penegak hukum harus menunjukkan bahwa mereka tidak tunduk pada tekanan apa pun. Jika bukti cukup, tetapkan tersangka. Jika masih berproses, sampaikan secara terbuka. Jangan biarkan ruang kosong informasi diisi oleh spekulasi liar.

Keterbukaan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat. Apalagi ini menyangkut anggaran puluhan miliar rupiah yang bersumber dari uang rakyat. Diamnya penanganan hanya akan memperkuat persepsi negatif bahwa hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Momentum ini sejatinya bisa menjadi ujian integritas bagi aparat penegak hukum. Apakah mereka benar-benar berpihak pada keadilan, atau justru membiarkan kasus besar tenggelam tanpa jejak?

Hari ini, publik bertanya dengan nada yang semakin keras: masihkah kasus ini hidup di meja penyidik, atau sudah terkubur dalam senyap?

Jika penanganannya serius, buktikan. Jika tidak, jangan salahkan publik jika kehilangan kepercayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *