Berita  

Dilema Tambang Sambati: Jadi Tumpuan Hidup Warga, Tapi Disebut Ilegal

BOALEMO – Aktivitas pertambangan di Desa Sambati, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, terus menuai sorotan. Di satu sisi, tambang tersebut disebut ilegal. Namun di sisi lain, justru menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa keberadaan tambang sangat membantu perekonomian masyarakat kecil.

“Dulu saya kerja serabutan, penghasilan tidak menentu untuk kebutuhan sebulan. Tapi setelah kerja di tambang, saya bisa memenuhi kebutuhan keluarga bahkan untuk beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak warga menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut. Karena itu, muncul kekhawatiran jika tambang ditutup tanpa solusi yang jelas.

“Kami hanya masyarakat kecil. Kalau tambang ditutup, kami mau makan apa?” tambahnya.

Warga juga mempertanyakan sikap pemerintah terkait status tambang yang disebut ilegal.

“Kalau memang dianggap ilegal, kenapa tidak dilegalkan saja? Supaya kami juga bisa bekerja dengan tenang dan tidak was-was,” katanya.

Hingga saat ini, polemik tambang Sambati masih menjadi perdebatan antara aspek penegakan hukum dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penertiban, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi keberlangsungan hidup mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *