Medan – Laura Amandasari, mahasiswi beragama Kristen Protestan, menyampaikan pidato penuh makna saat acara wisuda Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Dalam kesaksiannya, Laura menceritakan pengalaman menempuh pendidikan di kampus berbasis Islam itu sebagai perjalanan indah yang sarat dengan toleransi.
Ia menegaskan bahwa toleransi bukan hanya kata-kata indah, melainkan benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari di UMSU.
“Teman-teman mungkin sering mendengar kata toleransi, tapi di Universitas Muhammadiyah itu bukan hanya jargon, melainkan diimplementasikan sebagai nilai indah,” ujar Laura.
Laura juga mengungkapkan bahwa sebelum masuk UMSU, ayahnya sempat ragu dan menyarankan agar ia pindah atau bahkan istirahat setahun dari kuliah. Namun, ia berhasil meyakinkan ayahnya bahwa bisa berkuliah di kampus Muhammadiyah tanpa kehilangan identitasnya.
“Di semester 2, keraguan itu muncul lagi. Tapi justru saat itu saya bisa menyampaikan bahwa saya tidak pernah dikucilkan di kampus ini,” kata Laura dengan lantang.
Lebih jauh, Laura menegaskan bahwa sampai hari ini ia tetap berpegang teguh pada keyakinannya sebagai seorang Kristen. Namun, pengalaman selama di UMSU telah memperkaya dirinya dengan nilai toleransi yang nyata dan hidup di lingkungan kampus.
Kisah Laura menjadi bukti bahwa kampus dapat menjadi ruang perjumpaan lintas iman, tempat ilmu pengetahuan tumbuh bersama dengan sikap saling menghargai, serta memperkuat persatuan dalam keberagaman Indonesia.
(Sumber: Instagram Laura Amandasari)
(Sumber: Instagram shifmedia.id)