BPBD-INFOJEJAK-BPBD Kabupaten Boalemo, melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan resmi melaksanakan kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana melalui Program Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) Tahun 2023 di SDN 1 Wonosari.
Program ini merupakan bagian dari upaya untuk membangun bangsa yang tangguh terhadap bencana dan mengambil pelajaran berharga dalam menanggulangi bencana dengan cara yang terencana, terpadu, dan terkordinasi dengan melibatkan semua pihak terkait.
Kegiatan ini di hadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boalemo, Kepala Sekolah, Kepala Desa Harapan dan Sekcam Wonosari. Dan peserta menghadirkan dari guru, murid-murid dan para orang tua murid SDN 1 Wonosari.
Dalam Laporannya Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Kabupaten Boalemo Noldy Kai, S.Kom mengatakan “Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik dalam proses belajar-mengajar serta kelangsungan layanan pendidikan saat situasi darurat bencana menjadi tujuan utama yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan program SMAB,” jelas Noldy.
Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2022 mencatat bahwa lebih dari 62 ribu sekolah dan 12 juta siswa mengalami dampak dari berbagai bencana.
Selain itu, 57% dari satuan pendidikan berada dalam wilayah yang terpapar lebih dari satu ancaman bencana.
“Konsep dasar SMAB adalah mewujudkan pendidikan tangguh bencana dengan fokus pada perlindungan dan pemahaman anak-anak,” ungkap Noldy
Lebih lanjut, Noldy menekankan pentingnya SMAB dalam pendidikan kebencanaan yang memberikan respon positif dalam upaya mewujudkan pendidikan yang tangguh terhadap bencana dengan cara yang masif dan berkesinambungan.
“Dalam situasi saat ini, bencana bisa terjadi kapan saja, bahkan saat proses belajar-mengajar sedang berlangsung di sekolah.
Oleh karena itu, kita membutuhkan sekolah yang dapat menjamin keamanan dan keselamatan warga sekolah, termasuk para pengajar dan peserta didik, yang harus selalu siaga menghadapi ancaman bencana alam,” tambahnya.
Materi yang diberikan berupa sosialisasi pengetahuan dan teknik evakuasi gempa bumi dan banjir, simulasi evakuasi mandiri bencana gempa bumi dan bajir, dan sosialisasi pengenalan APD safety alat-alat serta sosialisasi layanan kedaruratan dan permainan edukasi kebencanaan.
Peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias, aktif, dan bersemangat.
Semoga apa yang kita hasilkan di acara ini dapat menjadi landasan bagi kita dalam penanggulangan bencana dan menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, Diharapkan masyarakat luas dapat mengetahui upaya pemerintah daerah dalam menghadapi bencana melalui pendekatan pendidikan yang tangguh dan terarah, sehingga akan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.











